Informasi Umum dan Sejarah


SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH (STIT)

HAMZAH FANSURI SUBULUSSALAM ACEH

FAKULTAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

 

Identitas PT

Nama Perguruan Tinggi                : STIT-HAFAS KOTA SUBULUSSALAM

Alamat                                               : Jalan Ki Hajar Dewantara No.16 Kota Subulussalam Provinsi Aceh, Indonesia

No. Telepon                                      : 0627 2431949

No. Faxmile                                      : 0627 2431949

Homepage dan E-Mail                  : www.stit-hafas.ac.id dan stithafas@gmail.com

Nomor dan Tanggal                        : Surat Keputusan Dirjen Pendis RI No. 2612   Tahun 2016

SK Pendirian Institusi

Pejabat yang Menerbitkan SK      :  Direktur Jendral Pendidikan Islam

 

Identitas berikut ini mengenai Fakultas Pendidikan Agama Islam dari Perguruan Tinggi :

Nama Fakultas                                : Pendidikan Agama Islam

Alamat                                              : Jalan Ki Hajar Dewantara No.16 Kota Subulussalam Provinsi Aceh, Indonesia

No. Telepon                                     : 0627 2431949

No. Faksimili                                   : 0627 2431949

Homepage dan E-Mail                  : www.stit-hafas.ac.id dan stithafas@gmail.com

Nomor dan Tanggal                        : Surat Keputusan Dirjen Pendis RI No. 2612 Tahun 2016 SK Pendirian Institusi

Pejabat yang Menerbitkan SK       : Menteri Agama Republik Indonesia Direktur Jendral Pendidikan Islam

 

Program Studi yang dikelola oleh STIT-HAFAS Kota Subulussalam :

  1. Program Studi Pendidikan Agama Islam (Jenjang Pendidikan S1)
  2. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (Jenjang Pendidikan S1)

 

Makna Lambang STIT-HAFAS

 

  1. Tulisan Hamzah Fansuri mengingatkan kita kepada Syeikh Hamzah Fansuri,Seorang ulama besar tasawuf,budayawan terkemuka di masa Aladin Riayat Syah IV Saiyidil Mukamil dan Sultan Iskandar Muda Darma Wangsa Mahkota Alam
  2. Buku melambangkan STIT-HAFAS sebagai pusat sumber ilmu agama Islam, pengetahuan dan teknologi
  3. Mata pena yang runcing melambangkan ketajaman berfikir untuk menambah wawasan dan pendidikan
  4. Bulan sabit,menara dan kubah mesjid melambangkan simbol Islami yang kuat terhadap Allah (Sang Pencipta).

 

Sejarah Singkat STIT-HAFAS

Yayasan Pendidikan As-Silmi Kota Subulussalam merupakan sebuah Yayasan yang didirikan oleh tokoh masyarakat dan ulama di Kota Subulussalam yang telah mendapat pengesahan dari menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada Tahun 2011 dengan Nomor: AHU-8531. AH.01.04. Yayasan ini lahir dan bergerak di bidang pendidikan sebagai wujud partisipasi aktif membantu pemerintah daerah dalam menyediakan layanan pendidikan bagi masyarakat Subulussalam khususnya pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman.

Yayasan Pendidikan As-Silmi telah menunjukkan eksistensinya dalam pengembangan pendidikan di daerah dengan mengelola dan mendirikan Taman Pendidikan Al Quran As Silmi dan kegiatan pendidikan keagamaan lainnya yang berpusat di Mesjid Agung As Silmi Kota Subulussalam. Dengan eksistensi yang telah ditunjukkan selama ini Yayasan As-Silmi telah mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat dan Pemerintah Daerah Kota Subulussalam sehingga Yayasan ini telah dinyatakan sebagai Yayasan Milik  dan di bawah Binaan Pemerintah Kota Subulussalam.

Kota Subulussalam sendiri merupakan kota yang baru dibentuk atau lahir pada tahun 2007 sebagai pemekaran dari Kabupaten induk Aceh Singkil. Data dari Pemerintah Kota Subulussalam dan Kopertais Wilayah V Aceh hingga tahun 2015 menujukkan bahwa di kota ini tidak terdapat satu pun Lembaga Pendidikan Tinggi, baik lembaga Pendidikan Tinggi Umum (PTU) maupun Lembaga Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Kondisi ini menjadi motivasi tersendiri kepada Yayasan untuk mengusulkan Izin Pendirian dan Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dengan nama Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah Fansuri (STIT-HAFAS). Penamaan STIT ini dengan nama Hamzah Fansuri merujuk kepada salah seorang Tokoh Sufi, Ulama dan Sastrawan termuka di Asia Tenggara yang berasal dari Barus Kota Subulussalam (dulu Singkil) Aceh Indonesia.

Usulan ini juga didasari oleh data Angka Partisipasi Sekolah masyarakat Kota Subulussalam yang masih menunjukkan angka di bawah 30% (< 30%) untuk masyarakat yang melanjutkan hingga jenjang pendidikan tinggi (Gambar 1.1). Minimnya indeks Apresiasi Sekolah (APS) ini diantaranya disebabkan oleh tidak terdapatnya Perguruan Tinggi di Kota Subulussalam sehingga akses masyarakat untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi menjadi terbatas karena harus menempuh perjalanan ke luar Kota/ Kabupaten lainnya, kehadiran lembaga pendidikan tinggi STIT Hamzah Fansuri di Kota Subulussalam merupakan harapan yang ingin segera dimiliki oleh masyarakat dan pemerintah Kota Subulussalam ibarat setetes air di tengah dahaga yang begitu panjang.

Yayasan As-Silmi menyadari bahwa perguruan tinggi sebagai pusat keunggulan (centre of excellence) yang diharapkan mampu menggali dan menumbuh kembangkan, sekaligus menyebarluaskan ilmu pengetahuan (knowledge) kepada peserta didik (mahasiswa). Hal ini merupakan sebuah tanggung jawab ilmiah dan akademik. Upaya ini harus diorientasikan atas kepentingan peserta didik dan masyarakat pengguna jasa pendidikan (stakeholder). Berdirinya (STIT-HAFAS) kota subulussalam ketika itu juga dilatarbelakangi dan didukung oleh beberapa faktor pertimbangan objektif. Pertama, Perguruan Tinggi Islam belum ada di Kota Subulussalam. Kedua, pertumbuhan pesantren, madrasah dan perguruan-perguruan agama yang sederajat dengan SLTA di daerah Kota Subulussalam tumbuh dan berkembang dengan pesatnya, yang sudah tentu memerlukan adanya pendidikan lanjutan yang sesuai, yakni adanya Perguruan Tinggi Agama Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *