KAMPUS STIT HAFAS SEBAR MAHASISWA KKN TUJUH LOKASI DIWILAYAH KOTA SUBULUSSALAM

KABAR HAFAS- Subulussalam | Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah Fansuri (STIT HAFAS) Kota Subulussalam Aceh melepas puluhan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)keberbagai lokasi, Rabu (31/1/2024)

Ketua Panitia KKN Angkatan V, Azharudin, MHI mengatakan, jumlah mahasiswa yang mengikuti KKN tahun 2024 ini berjumlah 88 dengan rincian jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 51 dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) sebanyak 37 mahasiswa

Dikatakanya, Sebagai bentuk pengabdian masyarakat, para mahasiswa akan berbaur dengan berbagai lapisan masyarakat selama 45 hari

Disana kata Azhar, mahasiswa akan bersinergi dengan Pemerintah Kampong dan masyarakat guna membuat berbagai macam kegiatan positif dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa

Dikatakannya, Mahasiswa yang KKN tersebut dibagi kedalam tujuh kelompok yang disebar dibeberapa kecamatan di wilayah Pemko Subulussalam

Penyebaran mahasiswa KKN tersebut katanya, sudah dilakukan surve oleh dosen pendamping mahasiswa, sehingga keberadaan mahasiswa disana bisa bersinergis dengan semua elemen masyarakat

“Penempatan mahasiswa KKN ini, sudah kita lakukan surve lokasi, bagaimana kelayakan lokasi KKN, kesiapan desa dan lain-lain sebagainya” terang Azhar

Kemudian kata Azhar, saat pengantaran, mahasiswa juga langsung diantar oleh dosen pendampingnya serta diiikuti oleh para pejabat struktural kampus

“Saat diantar tadi, Alhamdulillah, semua kelompok didampingi oleh dosen, termasuk pejabat struktural Waka 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Andong Maha, Waka 2, Agung Syahputra, Waka 1 Nining Sudarwita dan Ka Prodi PAI dan MPI” ungkap Azhar

Secara teepisah, Ketua STIT HAFAS Subulussalam Aceh, Syafnial, MM menghimbau kepada mahasiswa yang KKN agar bisa beradaptasi dengan baik dilingkungan yang baru mereka tinggali serta untuk tetap menjaga adap, menghargai adat dan budaya masyarakat setempat

” kita harap kepada mahasiswa KKN, harus bisa beradaptasi dengan baik, jangan mengganggu kenyamanan warga, tapi harus memberikan yang terbaik bagi tempat KKN” ujar Syafnial yang sedang mengikuti perkuliahan Doktoral di Medan Sumatera Utara ini

Disamping itu, Syafnial juga menyarankan agar mahasiswa jangan terlibat politik praktis dilapangan, mengingat tahapan pemilu tahun 2024 sudah diambang pintu

“Mohon saya kepada anak-anak KKN, jangan coba-coba ikut mengarahkan atau cawe-cawe dalam politik praktis ya” kata Syafnial

Untuk diketahui, berdasarkan data -data yang diuraikan oleh panitia mengenai lokasi mahasiswa KKN yakni berada diKampong Bawan dan Kampong Singgersing Kecamatan Sultan Daulat

Kemudian, Kampong Sepadan dan Kampong Oboh Kecamatan Runding, Kampong Lae Ikan dan Kampong Lae Bersih Kecamatan Penanggalan dan Kampong Pasir Panjang Kecamatan Simpang Kiri

Sebelumnya, mahasiswa KKN tersebut sudah dilakukan pembekalan dan penataran mengenai program dan kegiatan selama berada di lokasi KKN

Bukan hanya itu, para mahasiswa juga dibekali dengan cara beradaptasi dengan lingkungan baru (AM)

GELAR KULIAH UMUM STIT HAFAS, RAFLY KANDE SIAP SUARAKAN KEPENTINGAN KAMPUS KEPEMERINTAH PUSAT

Subulussalam- Anggota DPR RI Rafly Kande Gelar Kuliah Umum di Aula Kampus STIT HAFAS Kota Subulussalam Aceh, Senin, 23 Oktober 2023

Rafly Kande yang merupakan anggota DPR RI tersebut datang sekitar pukul 14.00 Wib dan langsung disambut meriah oleh mahasiswa dan kalangan civitas akademik disana

Dalam kuliahnya, Rafly Kande berbicara tentang Peran dan Fungsi DPR Dalam Memperjuangkan aspirasi rakyat tersebut diikuti ratusan mahasiswa disana

Dikatakannya, DPR selalu memperhatikan dan memperjuangkan aspirasi rakyat demi terwujudnya politik anggaran yang berpihak kepada rakyat

Namun katanya, aspirasi rakyat aceh yang diperjuangkannya tersebut tidak sepenuhnya langsung terealisasi seperti membalikan telapak tangan, namun terkadang membutuhkan waktu agar bisa tercapai

“Kita di Parlemen selalu suarakan kepentingan masyarakat Aceh, terkhusus yang berkaitan dengan komisi saya, komisi enam” kata Rafly dalam kuliahnya

Selain berbicara tentang fungsi DPR, Rafly juga menyampaikan tentang sosok Hamzah Fansuri yang menjadi kajian para ilmuan diberbagai kampus didunia,

Disampaikannya, bait Syair-syair yang pernah dituliskan oleh Hamzah Fansuri belasan abad yang lalu sampai saat ini masih menjadi kajian yang tiada hentinya

“Berbanggalah kita mempunyai sosok ulama besar terdahulu yang ada di Aceh ini, yang makamnya ada di Kota Subulussalam dan kampus ini juga namanya dibuat Hamzah Fansuri, jadi mari kita jaga marwah kampus ini dengan baik, sehingga muncul para pemikir -pemikir seperti Hamzah Fansuri” kata Anggota Komisi VI Fraksi PKS ini

Sebelumnya, Ketua STIT HAFAS Kota Subulussalam Aceh, Syafnial,SE,MM menyampaikan dalam sambutannya, keberadaan kampus yang berdiri di Bumi Hamzah fansuri ini sudah menamatkan ratusan alumni yang tersebar diberbagai daerah, sehingga, katanya, Kampus yang dipimpinnya ini mempunyai dampak yang besar dalam pembangunan Kota Subulussalam

Selain itu, Syafnial juga meminta kepada Rafly Kande agar mengkomunikasikan ke Pemerintah Pusat tentang pembangunan gedung kampus dan penambahan jurusan di Kampus yang dipimpinnya

“Bang Rafly, saat ini jurusan dikampus ini masih satu yakni Tarbiyah dan kita sudah usulkan ke Kementerian Agama di Jakarta, agar gedung perkuliahan bisa terwujud dan beberapa jurusan bisa ditambah, sehingga kedepan, kampus kita ini menjadi yang paling diminati di Pantai Barat selatan Aceh” kata Syafnial yang baru saja terpilih sebagai ketua Mahasiswa Strata Tiga Himpunan Pendidikan Islam UIN Sumatera Utara ini

Atas permintaan Syafnial itu, Rafly Kande pun berjanji akan menghubungi instansi terkait Pemerintah Pusat, agar terwujudnya bangunan baru dan jurusan baru di Kampus Stit Hafas

Setelah selesai acara kuliah umum, Rafly pun diminta Mahasiswa untuk melantunkan lagu ciftaanya, secara spontan Rafly langsung menghibur mahasiswa disana dengan menyumbangkan dua buah lagu yang berjudul Bungong Seulanga dan Syair Perahu

KAMPUS STIT HAFAS SUBULUSSALAM SALURKAN BANTUAN KE PALESTINA MELALUI LEMBAGA YAKESMA ACEH

KABAR HAFAS – Subulussalam | Beberapa organisasi Kemahasiswaan dilingkungan Kampus STIT HAFAS Subulussalam Aceh serahkan bantuan kemanusiaan kepada Palestina, Jumat, 20 Oktober 2023

Penyerahan bantuan kemanusiaan tersebut berbentuk uang tunai dengan jumlah Rp 8.126.000 (Delapan Juta Seratus Dua Puluh Enam Ribu Rupiah)

Ketua STIT HAFAS Subulussalam Aceh, Safnial, MM mengatakan, Bantuan kemanusiaan yang dihimpun oleh mahasiswanya tersebut diserahkan melalui lembaga kemanusiaan YAKESMA ACEH yang mempunyai cabang di Kota Subulussalam serta diterima melalui Ust Adnan, S.AG

Dikatakannya, Penyerahan bantuan itu berlangsung di ruang Ketua dan disaksikan oleh unsur organisasi mahasiswa dan para dosen

“Alhamdulillah, organisasi kemahasiswaan kita dikampus yakni LDK, PIK-M, dan HIC melakukan penggalangan dana dan uangnya sudah diserahkan oleh Wakil saya, Andong Maha kemarin sore dikampus ini” ujar Safnial yang merupakan kandidat Doctor tersebut

Dikatakannya, sumber dana yang diperoleh oleh lembaga mahasiswa STIT HAFAS Subulussalam tersebut berasal dari sumbangan para mahasiswa, dosen dan masyarakat Kota Subulussalam

Atas dasar banyaknya sumbangan itu, Safnial mewakili civitas akademik STIT HAFAS Subulussalam mengucapkan terima kasih yamg tak terhingga kepada semua pihak yang sudah berkontribusi dalam penggalangan dana itu

Safnial pun berharap dengan adanya bantuan yang mereka serahkan tersebut diharapkan mampu membantu meringankan beban bangsa Palestina yang sedang mengalami kerisis kemanusiaan

Adapun organisasi kemahasiswaan yang bergerak tersebut adalah Lembaga Dakwah Kampus (LDK), yang diketuai oleh Khairul Umam dan pembinanya Ida Royani, Pusat Informasi Konseling Mahasiswa (PIK-M) diketuai oleh Ruzik Abrari Akbar dan pembinanya Rahayu Vini Busri dan Hafas Inggris Club (HIC) yang diketuai oleh Edo dan dibina oleh Nining Sudarwita (AM)

SERAHKAN BANTUAN KORBAN KEBAKARAN, KETUA STIT HAFAS SUBULUSSALAM SAMPAIKAN PESAN BEGINI

KABAR HAFAS – Subulussalam | Keluarga Besar Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah Fansuri (STIT HAFAS) Subulussalam Aceh menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Kampong Jambi Baru Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam, Sabtu 14 Oktober 2023

Kedatangan rombongan Keluarga Besar STIT HAFAS Kota Subulussalam langsung disambut oleh Kepala Kampong Jambi Baru beserta korban kebakaran dan masyarakat yang ada disana

Ketua STIT HAFAS Kota Subulussalam, Safnial, SE,MM menyampaikan, Bencana kebakaran yang menimpa masyarakat jambi tersebut merupakan ketentuan dari Allah Tuhan semesta alam, sehingga manusia harus menerimanya dengan lapang dada tanpa harus berlarut dalam kesedihan

Selain itu, Safnial juga turut menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah yang terjadi tersebut sembari berharap agar keluarga korban bisa bangkit dan kuat menghadapinya

Dikatakannya, bantuan yang diserahkan itu merupakan sebagai bentuk rasa kepedulian dari kampus kepada masyarakat yang tertimpa musibah, walaupun jumlah dan bentuk yang diberikan tidak banyak, namun diharapkan mampu mengurangi beban yang dialami korban kebakaran

“Kami turut bersedih atas musibah ini, jadi terimalah pemberian ini, walaupun jumlahnya tidak seberapa, mungkin bisa dimanfaatkan” kata Safnial dilokasi kebakaran Jambi Baru

Dikatakannya, bantuan yang diberikan tersebut langsung diterima oleh Kepala Kampong Jambi Baru, H.Abdullah Sambo dan disaksikan oleh petugas posko bantuan serta korban kebakaran

Safnial yang merupakan Orang Nomor Satu di Kampus milik Pemko tersebut, langsung menyerahkan Bantuan Uang Tunai Sebesar Lima Juta Rupiah dan beberapa kardus Pakayan Layak Pakai

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Saberiadi yang ikut dalam rombongan kampus menyatakan, sumbangan yang diberikan tersebut bersumber dari kutipan Mahasiswa, Masyarakat umum dan dari pihak Kampus Hamzah Fansuri

Mereka katanya, bergerak melakukan misi kemanusiaan ini dengan melibatkan semua unsur organisasi kemahasiswaan yang ada dikampus (AM)

Kampus STIT HAFAS SUBULUSSALAM GELAR KEGIATAN TA’ARUF MAHASISWA BARU

Kabar Hafas, Subulussalam | Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah Fansuri (STIT HAFAS) Subulussalam Aceh menggelar kegiatan Ta’aruf bagi Mahasiswa Baru Angkatan ke 8 di Aula Kampus setempat, Jumat,22 September 2023

Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan Taaruf Mahasiswa Baru, Suhendar, M.M mengatakan, kegiatan yang digelar tersebut berlangsung selama tiga hari yakni Jumat, Sabtu dan Minggu

Dikatakannya, kegiatan Taaruf tersebut, pihaknya menggandeng organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIT HAFAS sebagai panitia pelaksana dilapangan

Para BEM katanya, akan melakukan masa taaruf atau pengenalan dunia kampus secara langsung baik didalam ruangan maupun dilapangan terbuka

Pembukaan kegiataan Taaruf tersebut kata Suhendar, langsung di hadiri ketua yayasan, ketua STIT HAFAS, serta unsur struktural, ketua lembaga, dan dosen yang ada disana.

” Kegiatan kita berjalan dengan baik, sudah dibuka pagi tadi oleh Ketua Yayasan dan ketua Stit Hafas, Pak Ismail K dan Pak Safnial” kata Suhendar kepada Kabar Hafas

Adapun jumlah mahasiswa yang mengikut kegiatan Taaruf angkatan ke 8 berjumlah 80 mahasiswa, diantaranya 44 dari program Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 36 dari program Manajemen Pendidikan Islam (MPI)

Suhendar pun berharap agar para mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut dapat menyesuaikan waktunya sehingga tidak ada yang ketinggalan (AM)

BERIKAN REWARD, KETUA STIT HAFAS : KEDEPAN KITA HARUS JUARA UMUM

KABAR HAFAS, Subulussalam| Pergelaran Musabaqah Tilawatir Qur’an (MTQ) Ke VIII Tingkat Kota Subulussalam secara resmi ditutup oleh Walikota Subulussalam, Kamis 27/07/2023 di lapangan Raja Samsudin Kampong Dasan Raja Kecamatan Penanggalan

Dalam kegiatan tersebut, Kafilah STIT HAFAS Subulussalam tampil dengan membawa juara satu cabang KTIQ tingkat remaja

Ketua Kafilah, Andong Maha, M.AP menyampaikan, dalam ajang MTQ tersebut pihaknya mengikuti enam cabang perlombaan ditingkat remaja dan dewasa dengan total jumlah peserta sebanyak 19 orang

Dikatakannya, Cabang Karya Tulis Ilmiah Qur’an ((KTIQ) pesertanya mampu mengalahkan semua pesaingnya sehingga menduduki juara satu golongan putri, sementara golongan putra meraih juara dua

Selain cabang itu, semua cabang yang diikuti kafilah stit hafas hanya mampu bertahan dijuara harapan, sehingga secara peringkat kafilah stit hafas menduduki posisi ke enam

“Kafilah kita hanya juara 1 ditingkat dewasa KTIQ putri yakni Meri dan putra hanya juara dua yakni Satria” kata Andong Maha, usai penyambutan kafilah stit hafas

Ketua STIT Hafas Subulussalam, Safnial, MM memberikan apresiasi terhadap penampilan anak asuhnya, bahkan dia memberikan bonus kepada dua peserta yang juara tersebut dengan membebaskan biaya SPP selama satu semester

Selain itu, Safnial juga akan memberikan reward kepada peserta yang belum mendapatkan juara, hal itu dilakukan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk kedepannya agar lebih giat dan mau mengharumkan jas al mamaternya

“Kita beri reward bagi yang juara yakni bebas biaya kuliah selama satu Semester,dan yang belum dapat juara kita akan pertimbangkan dan khusus peserta dari pasantren kita buat secara khusus” kata Safnial yang sedang mengikuti pendidikan doctor ini

Safnial pun menargetkan dalam MTQ di tahun yang akan datang, Kafilah STIT HAFAS Subulussalam akan meraih juara umum

Bukan tidak beralasan, Safnial pun mengatakan banyak mahasiswa kampusnya yang menjadi peserta kafilah lain dalam MTQ tahun 2023, namun kedepan katanya, pihaknya akan melakukan evaluasi dan seleksi secara ketat sehingga tidak ada alasan bagi mahasiswanya untuk tampil dari luar kampus

” MTQ tahun ini kan perdana bagi kita, anggap saja cari pengalaman, kedepannya kita akan perkuat dan saya optimis menang” tutup Safnial

PULUHAN PESERTA GELOMBANG I, IKUTI TES UJIAN PENERIMAAN MAHASISWA (PMB) BARU TA 2023/2024 STIT HAFAS SUBULUSSALAM

KABAR HAFAS – Subulussalam | Puluhan calon mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah Fansuri (STIT HAFAS) Subulussalam Aceh ikuti ujian seleksi penerimaan mahasiswa baru di Kampus setempat, Rabu (31/5/2023)

Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), Suhendar, MM mengatakan, ujian seleksi penerimaan mahasiswa baru yang digelar hari ini merupakan persyaratan yang harus ditempuh calon mahasiswa untuk bisa menuntut ilmu dikampus milik Pemerintah Kota Subulussalam tersebut

Dikatakannya, total mahasiswa yang mengikuti ujian seleksi mahasiswa baru di gelombang pertama ini berjumlah 42 orang, yang berasal dari berbagai daerah di Aceh dan luar Aceh

Dalam ujian tersebut kata Suhendar, pihaknya melakukan ujian tulis secara online, para mahasiswa dianjurkan membawa Handpond Android atau Laptop

“Alhamdulillah, ujiannya berjalan lancar, jaringan internet berjalan normal karena kita menggunakan metode ujian daring atau online” Kata Suhendar yang merupakan Sekretaris Prodi Manajemen Pendidikan Islam ini

Selain melaksanakan ujian tulis, calon mahasiswa juga langsung mengikuti tes kemampuan baca Al-Quran dan langsung diuji oleh dosen-dosen yang berkompeten dibidangnya

” Mahasiswa yang masuk ke kampus Hamzah Fansuri diwajibkan untuk bisa membaca kitap suci Al-Quran, agar jangan ada kesan mahasiswa kampus kita tidak pandai baca Al-quran” Terang Suhendar

Kemudian, setelah selesai mengikuti tes baca Al-Quran, calon mahasiswa baru langsung mengikuti wawancara secara langsung, hal ini dilakukan agar pihak kampus mengetahui informasi secara terperinci asal usul mahasiswa, keadaan dan motivasinya masuk perguruan tinggi

Suhendarpun menghimbau kepada calon mahasiswa baru agar memantau selalu akun pendaftarannya terutama pada tanggal 1 Juni 2023 karena pengumuman kelulusan akan terlihat diakun masing-masing

“Kepada calon mahasiswa baru STIT HAFAS Subulussalam Aceh, untuk tanggal 1 Juni 2023, mohon dicek akun pendaftarannya agar bisa melihat pengumuman tentang kelulusan” kata Suhendar yang mengampu Mata Kuliah Manajemen Pendidikan ini

Sementara itu, Sekretaris PMB, Prastiawan S.Kom mengatakan, bagi masyarakat yang mau mendaftar kuliah di STIT HAFAS Subulussalam Aceh masih dibuka pendaftaran untuk gelombang kedua

Pembukaan pendaftaran mahasiswa baru gelombang kedua, katanya sudah dibuka sampai dengan bulan september tahun 2023

“Jadi, bagi saudara-saudara kami yang belum sempat mendaftar di gelombang pertama, kami masih membuka pendaftaran digelombang kedua sampai dengan bulan sembilan tahun ini” Tutup Pras

Sebagai catatan, Kampus STIT HAFAS Subulussalam Aceh adalah satu-satunya perguruan tinggi milik Pemerintah Kota Subulussalam yang langsung berada dibawah naungan Yayasan As-Silmi

Kampus STIT HAFAS Subulussalam sudah mempunyai ratusan alumni yang tersebar ditengah-tengah masyarakat, jurusan yang tersedia sampai saat ini adalah Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Manajemen Pendidikan Islam(MPI)

Keberadaan kampus ini mampu membantu pemerintah dalam peningkatan kualitas dan mutu pendidikan di Bumi Syekh Hamzah Fansuri ini (AM)

PULUHAN MAHASISWA STIT HAFAS SUBULUSSALAM IKUTI PEMBEKALAN KKN TEMATIK STUNTING BERSAMA BKKBN PROVINSI ACEH

KABAR HAFAS – Subulussalam | Puluhan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah Fansuri (STIT HAFAS) Subulussalam Aceh ikuti kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) di Aula Kampus setempat, Jumat, (26/5/2023)

Kegiatan KKNT tersebut langsung difasilitasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Aceh

Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Aceh Drs Sahidal Kastri, M.Pd, dalam arahannya menyampaikan, KKN Tematik Stunting Mahasiswa Penting ( peduli stunting) merupakan wujud dari keterlibatan Perguruan Tinggi dalam percepatan penurunan angka Stunting sesuai dengan yang tertuang dalam Perpres Nomor 72 Tahun 2021.

“Kami sudah bekerjasama dengan 19 Perguruan Tinggi, baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta di Aceh dan kami sudah membentuk sebuah konsorsium (PIC) yang terdiri atas masing masing perwakilan dari setiap perguruan tinggi”.

 

Maka dari itu, Kata Sahidal Kastri, Konsorsium PIC Stunting di masing masing perguruan tinggi akan turun langsung ke masyarakat dan melakukan edukasi stunting serta pendampingan kepada masyarakat dapat terlaksana melalui kegiatan KKNT

Ketua STIT HAFAS Subulussalam, Syafnial M.M dalam sambutannya mengatakan, pihaknya merasa bangga dan senang hati atas kegiatan yang diselenggarakan tersebut, karena pihak BKKBN Provinsi Aceh mau merangkul Perguruan Tinggi sesuai dengan Perpres Nomor 72 Tahun 2021

Dikatakannya, mahasiswa yang sudah terpilih untuk mengikuti pembekalan KKNT tahun ini, secepat mungkin akan membentuk tim dalam melakukan pencegahan penyakit Stunting ditengah-tengah masyarakat serta menyarankan kepada mahasiswa agar lebih peka dan peduli terhadap lingkungan

Safnial pun, menekankan kepada Waka III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Andong Maha, M.AP agar bisa lebih fokus dan kerja keras dalam membantu kegiatan KKNT 2023 ini

Kepala DP3AKB Kota Subulussalam, Hermaini, M.M, menyampaikan OPDKB akan terus bersinergi dengan STIT HAFAS terkait pelaksanaan KKNT Stunting agar cita cita bersama untuk menurunkan angka Stunting dapat terwujud dengan baik, sehingga kedepannya Subulussalam bisa keluar dari sepuluh besar dalam Provinsi Aceh

Saat ini kata Harmaini, Kota Subulussalam merupakan wilayah dengan prevalensi balita stunting tertinggi di Aceh pada 2022, yakni mencapai 47,9%

Adapun Pemateri Pembekalan mahasiswa KKNT disampaikan oleh tim dari BKKBN Provinsi, yakni Nur Zikra Hayat, dr. Noliasari serta Rahyu Vini Busri, S.Pd., M.Pd yang merupakan PIC Stunting Kampus STIT-HAFAS sekaligus sebagai Koordinator Pendampingan Perguruan Tinggi Untuk Kota Subulussalam.

Acara yang digelar tersebut turut dihadiri oleh Ketua LPPM STIT HAFAS, Baginda Nasution MM, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswan dan Kerjasama, Andong Maha, M.AP dan beberapa pejabat struktural kampus setempat. (AM)

Anggota DPR RI Nazarudin Dek Gam Sambangi Kampus STIT HAFAS Subulussalam

Kabar Hafas | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) H. Nazarudin alias Dek Gam lakukan kunjangan ke Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah Fansuri Subulussalam Aceh, Selasa 7 Maret 2023

Haji Nazarudin datang turut didampingi Wakil Ketua DPRK Subulussalam, Dewita Karya, Bahagia Maha l, Ketua LPPM Baginda Nasution dan Ketua Perwakilan Yara Kota Subulussalam, Edi Syahputra

Kunjungan yang dilakukan Anggota Parlemen Dapil 1 Aceh tersebut untuk memastikan kondisi fasilitas pembelajaran dan gedung perkuliahan yang ada dikampus milik bumi Sada Kata tersebut

Sesampainya dikampus, H. Nazarudin langsung disambut oleh Ketua STIT HAFAS Subulussalam Aceh, Syafnial, SE, MM, jajaran struktural kampus serta para dosen disana

Dek Gam pun langsung melihat perkantoran dan memasuki satu persatu tempat ruangan belajar para mahasiswa

Usai memasuki dan melihat secara langsung dilokasi kampus, Dek Gam langsung mengatakan turut prihatin terhadap perkantoran dan ruang belajar yang terdapat dikampus Hamzah fansuri tersebut

“Saya sangat prihatin atas gedung dan fasilitas dikampus ini, kalau kondisinya begini, saya lihat kurang layak ini” kata Dek Gam yang merupakan Wakil Ketua Kehormatan DPR RI ini

Dek Gam pun langsung meminta proposal pengajuan pembangunan gedung kampus tersebut untuk dikomunikasikannya secara langsung kekementerian terkait di Jakarata

Selain masalah gedung pembelajaran, Dek Gam juga katanya akan turut serta dalam memuluskan pengusulan penambahan jurusan dikampus tarbiyah tersebut sehingga katanya, STIT HAFAS Subulussalam Aceh memiliki berbagai macam jurusan perkuliahan

“Kita akan perjuangkan ini ya, agar kampus kita ini bisa mempunyai jurusan yang banyak, gedung yang layak pakai dan dokumen -dokumen pendukungnya akan saya bawa ke Jakarata” Kata Dek Gam Pemilik Club Persiraja Aceh ini

Ketua STIT HAFAS Subulussalam Aceh berharap kunjungan Anggota DPR RI Dapil Aceh I ini bisa membawa berkah dan manfaat bagi kelanjutan perguruan tinggi yang dipimpinnya ini

Selain itu, Syafnial juga menyampaikan kepada Anggota Komisi III DPR RI tersebut agar bersedia memfasilitasi dengan kementerian PUPR dan Kementerian Agama terkait masalah gedung dan penambahan jurusan

“Harapan kita, melalui Anggota DPR RI ini, kampus kita ini bisa tambah maju dan berkembang, layaknya seperti kampus-kampus lainnya” Terang Syafnial

Kedatangan Anggota Komisi III DPR RI tersebut berawal ketika ada kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Bangsa yang digelar Dek Gam di salah satu hotel berbintang di Subulussalam, di pertemuan tersebutlah, Wakil Ketua III STIT HAFAS Subulussalam Aceh, Andong Maha, M.AP meminta agar anggota dewan tersebut berkenan datang ke kampus

Akhirnya, Dek Gam pun menepati janjinya untuk datang ke kampus bumi sada kata tersebut (am)

TUJUH CERITA MENAKJUBKAN DIMAKAM SYEKH HAMZAH FANSURI OBOH

TUJUH CERITA MENAKJUBKAN DIMAKAM SYEKH HAMZAH FANSURI OBOH

Hari ini Kamis, 2 Maret 2023 cuaca sangat cerah, kaum pelajar berbondong-bondong berangkat kesekolah, para petani juga pergi kelahannya, para pedagang membuka barang dagangannya, begitu juga para pekerja pencari rejeki lainnya juga sibuk dengan aktivitasnya.

Saya juga demikian, harus ikut bersama rombongan keluarga untuk berziarah ke Makam Sang Sufi Syekh Hamzah Fansuri Ass- Singkili yang terletak di Kampong Oboh Kecamatan Runding Kota Subulussalam Provinsi Aceh

Sesampainya dilokasi, puluhan masyarakat terlihat berdatangan ke lokasi makam sang Sufi tersebut, mereka berdatangan dari daerah yang berbeda-beda, ada yang masih dari dalam kota, ada juga yang datang dari luar kota

Para penziarah berdatangan ada yang sekedar membacakan surah Yasin sambil membawa makanan dari luar, ada juga para penziarah hanya sekadar membacakan surah Yasin dan habis itu pulang, disesuaikanlah dengan nazar masing-masing penziarah

Selain itu, ada juga rombongan penziarah yang sengaja membawa kambing dari luar untuk dimasak dan dimakan secara bersama-sama dengan masyarakat setempat

Pada umumnya, orang yang melakukan ziarah ke makam Syekh Hamzah Fansuri diawali karena adanya niat atau Nazar yang diutarakan sebelumnya, misalnya, ada seseorang yang mengalami sakit, kemudian keluarga yang sakit itu ataupun langsung yang sakit itu membuat Nazar atau berniat ” jika nanti dia disembuhkan, dengan izin Allah, maka dia akan datang ke Makam Syekh Hamzah Fansuri di Oboh”

Ketika dia sudah sehat, yang bersangkutan akan datang berziarah sesuai dengan yang dinazarkan

Masyarakat menganggap bahwa Makam Syekh Hamzah Fansuri di Oboh mempunyai kelebihan tersendiri dan dianggap sangat keramat karena berbagai peristiwa diluar logika manusia sering terjadi, sangking keramatnya makam tersebut setiap orang yang melintas dari jalur air, maka mereka akan mengambil air dan mengusapkan kemukanya sebagai bentuk penghormatan

Masyarkat setempat atau masyatakat Kota Subulussalam biasa menyebut makam Syekh Hamzah Fansuri dengan sebutan Jekhat Oboh, sebutan itu sudah turun temurun dituturkan oleh warga, ada juga orang menyebutnya dengan Datok Oboh

Ketika kita berada di komplek pemakaman, kita akan melihat sebuah gedung atau bangunan berukuran 10×20 dengan bentuk kubus segi empat, bangunan itu tertata rapi dan berlantaikan keramik

Masyarakat menganggap bahwa didalam bangunan tersebutlah Jasad Syekh Hamzah Fansuri di Makamkan bersama istri, anak dan kedua mertuanya.

Khusus Makam Syekh Hamzah Fansuri dengan istrinya, yang terdapat dalam bangunan itu dibuat dinding pembatas seperti kamar, dan didalamnya dipagari lagi dengan kain berwarna hijau tua

Diatas makamnya terlihat batu putih tersusun rapi dan dekat batu nisannya terdapat cangkang sebagai wadah air tawar, orang-orang yang berziarah akan mengambil air tersebut dijadikan sebagai obat

Dengan penuh rasa penasaran, sayapun langsung melakukan penghitungan jumlah makam yang ada didalam dan luar bangunan

Secara kesulurusahan baik didalam maupun diluar gedung, total makam yang bisa saya hitung berjumlah 108 makam, dengan rincian didalam gedung terdapat 9 makam yakni, makam Syekh Hamzah Fansuri, Makam Istrinya, Makam Anaknya, Makam Kedua Mertuanya dan Makam Sahabat dekatnya

Sedangkan diluar gedung terdapat 99 makam yang berada disebelah kanan, kiri dan depan bangunan serta termasuk makam sang pengawal Syekh Hamzah Fansuri yang makamnya juga dibuat dalam bangunan sederhana berukuran sekitar 2×3 M

Ketika saya tanya Sang Juru Kunci Makam Syekh Hamzah Fansuri, Abdullah, dia mengatakan makam yang terdapat diluar bangunan merupakan makam dari masyarakat umum, saya pun saat itu langsung meminta izin untuk menghitung jumlah makam tersebut, kemungkinan besar jumlah yang saya hitung tersebut tidaklah tepat ataupun salah dikarenakan pemakaman tersebut sudah lama dan saya hanya menghitungnya berdasarkan batu nisan yang terlihat saja, bisa saja jumlahnya diatas 108 atau dibawah dari jumlah itu.

Dilokasi komplek pemakaman, terlihat sebuah bangunan berdiri megah dengan ukuran sekitar 10 X 20 Meter, gedung tersebut langsung berhadapan dengan bangunan Syekh Hamzah Fansuri, bangunan ini ternyata dijadikan sebagai aula atau tempat makan bagi masyarakat yang menunaikan nazarnya menyembelih kambing atau sejenisnya

Kemudian, disamping bangunan ini ada juga dibangunan fasilitas kamar mandi (toilet)dan tempat berwuduk atau sekadar mencuci tangan dan muka

Didekat kamar mandi ini juga ada bangunan berukuran sekitar 3×3 M yang biasa dibuat tempat ibuk-ibuk menyusukan bayinya atau mengayunkan anak.

Kemudian, didepan bangunan pondok, terdapat juga sebuah pohon yang dibawahnya dibangun kursi tempat duduk bagi masyarakat yang berziarah dan disamping sebelah kiri bangunan Makam Syekh Hamzah Fansuri, terlihat sebuah bangunan Mushalla tempat masyarakat yang mau melaksanakan ibadah shalat dan didekat mushalla ini terdapat sebuah pohon yang dibawahnya ada dibuat kursi

Selanjutnya, didekat pintu bangunan Makam Syekh Hamzah Fansuri, juga dibangunan fasilitas tempat duduk serta ada juga dibangunan seperti prasasti yang berisi beberapa kutipan dari Syair Perahu yang diciftakan sendiri oleh Syekh Hamzah Fansuri

Diluar pagar tepatnya kearah bibir pantai sungai soraya, dibangun juga tempat masak memasak ataupun dapur umum serta dibangun sebuah bangunan yang mencolok kedasar sungai, tempat tersebut sangat indah, orang-orang yang duduk disana pasti menikmati pemandangan indahnya Lae Soraya

Selain itu, Pemerintah juga sudah membangunan fasilitas tempat parkir kendaraan baik roda dua maupun roda empat

CERITA DAN PERISTIWA SEKITAR MAKAM

Saya tidak membiarkan pertemuan saya dengan Sang Juru Kunci Makam berlalu begitu saja, sayapun menyempatkan bertanya tentang berbagai kisah dan peristiwa yang pernah terjadi disekitar komplek pemakaman, sekali- kali Tua Abdullah mengatakan, kalau ceritanya itu ada sebagian ikut disaksikannya sendiri ataupun cerita yang sudah melegenda dari dahulunya

1. Kayu Beloboh
Asal mula asal nama Kampong Oboh dimulai dari adanya nama sebuah pohon Beleboh. Kata Abdullah, Pohon Beleboh tersebut dibawa oleh Syekh Hamzah Fansuri dari Fansur atau tempat dimana dia dilahirkan, Pohon Beleboh tersebut ditanam oleh Syekh Hamzah Fansuri dibagian hulu dan hilir kampong Oboh

Karena kebiasaan masyarakat Okhang Singkel yang suka mempersingkat kata, maka kalimat Beloboh tadi berubah menjadi Oboh

Abdullah pun, tidak bisa memastikan jenis dan bentuk kayu Beloboh itu sendiri, diapun katanya mengetahui cerita tersebut dari orang tuanya

2. Danau Pindah
Masih menurut cerita Abdullah, sebelum Syekh Hamzah Fansuri datang kekampong Oboh tersebut, ternyata dikampong Oboh tersebut ada sebuah danau yang cukup luas, namun karena Syekh Hamzah Fansuri ingin menetap diKampong Oboh tersebut, Diapun berdoa kepada Allah agar danau tersebut dipindahkan keseberang sungai

Alhasil, berkat kemuliaanya dan atas izin Allah, danau tersebutpun langsung pindah keseberang Sungai Soraya. Sekitar 30 tahun yang lalu kata Abdullah, danau tersebut masih ada diseberang, namun karena adanya perluasan perkebunan sawit, danau itupun sekarang sudah tidak ada lagi karena sudah mengering dan menjadi daratan

3. Rusa Tidak Bisa Bergerak
Dahulu kala kata Abdullah, di sekitar makam Syekh Hamzah Fansuri, tepatnya didekat makam Sang Pengawalnya, ada seekor rusa tidak bisa bergerak diatas makam, saat itu kata Abdullah, makam sang Pengawal belum dipagari dengan kayu, ketika Rusa berjalan diatas makam, rusa itupun langsung lengket alias tidak bisa bergerak.

Melihat ada rusa yang lengket, masyarakatpun kata Abdullah langsung mendatanginya sambil membacakan Shalawat dan surah-surah Al-Quran sehingga rusa tersebut bisa lepas dan langsung disembelih dan dilakukan makan dan doa bersama disana

4. Manusia Lengket
Masih dikisahkan oleh Abdullah Sang Juru Kunci Makam Syekh Hamzah Fansuri, pernah katanya ada seseorang yang singgah dari perahu di tepi Komplek Pemakaman, orang yang singgah tersebut melihat pohon pinang yang buahnya sangat merah dan masak, tanpa berpikir panjang, orang tersebut langsung memanjat pohon pinang tersebut.

Ketika separuh pohon pinang dipanjat, orang tersebutpun tidak bisa bergerak, naik keatas tidak bisa dan begitu juga sebaliknya turun kebawah juga tidak bisa

Peristiwa ajaib tersebutpun dilihat masyarakat setempat dan langsung mendatangi kelokasi tersebut

Masyarakat yang disanapun meminta kepada lelaki yang lengket dipohon pinang tersebut untuk menuturkan kata -kata permisi karena berniat mengambil buah pinang, karena dibawah pohon pinang tersebut terdapat makam Sang Pengawal Syekh Hamzah Fansuri

Setelah meminta permisi dan memohon maaf serta membaca Shalawat dan ayat-ayat Al-Quran yang dituntun warga, akhirnya Lelaki tersebut bisa turun kebawah

5. Batu Nisan Segi Tiga
Terlihat secara kasat mata, batu nisan Sang Pengawal Syekh Hamzah Fansuri berbentuk segi tiga,
Masyarakat sekitar menganggap bahwa bentuk batu nisan segitiga tersebut terbentuk karena pecah atau kena gesekan sesuatu, maka masyarakatpun berencana menukar batu nisan tersebut dengan batu yang baru

Namun ajaibnya, kata Abdullah, Batu nisan yang baru itu, ketika ditancapkan diatas makam, batu nisan itu langsung pecah dengan sendirinya mengikuti bentuk awalnya segitiga, karena masyarakat merasa ada sesuatu yang terjadi diluar akal mereka, akhirnya, masyarakat itupun kembali menancapkan atau memasang batu nisan yang lama

6. Kambing Hilang
Saat itu, Kata Abdullah, ada masyarakat dari Kampong Lentong mau menunaikan nazarnya ke Oboh ( ke Makam Syekh Hamzah Fansuri) , namun sang punya hajat tidak mendapatkan kambing untuk disembelih di Oboh, namun karena sudah menjadi nazar, dia pun melanjutkan perjalanannya dengan harapan bahwa nanti Kambing akan dibelinya di Kampong Longkib

Sampailah dilongkib, orang itupun mendatangi masyarakat yang punya kambing, namun kambing tersebut tidak bisa dijualkan kepada orang Lentong itu, karena KAMBING YANG MAU DIBELI ITU, sudah dinazarkan untuk disembelih juga di Oboh, orang Lentong itu pun terus memaksa agar kambing tersebut bisa dibelinya dan besoknya akan digantinya lagi dengan kambing yang lain

Akhirnya, orang Longkib itupun memberikan kambing tersebut kepada mereka, sehingga merekapun melanjutkan peejalanannya naik bod sampai ke Kampong Oboh.

Sesampainya di Oboh, seperti biasanya , masyarakat yang berziarah akan mengikatkan Kambingnya disebuah pohon sambil menunggu imam datang untuk menyembelihnya

Ketika Imam datang mau menyembelih kambing tersebut, Keajaiban langsung terjadi, kambing yang terikat dengan bagus tadi sudah menghilang tanpa ada yang melihatnya, sehingga orang Lentong tersebut terpaksa membeli Kambing yang lain di Oboh

Ketika kambing yang baru sudah disembelih, secara tiba-tiba Kambing yang hilang tadi terlihat berjalan didekat mereka dan merekapun menangkapnya lagi

Sang Imam pun bertanya kepada mereka tentang asal usul kambing tersebut, akhirnya orang Lentong tadipun menceritakannya kepasa Imam itu

Imam itu pun menyarankan agar kambing tersebut dibawa kembali dan diserahkan kepada pemiliknya di Longkib karena sang pemiliknya sudah menazarkannya terlebih dahulu, maka kambing ini tadi menghilang karena tidak mau disembelih kepada orang lain selain yang sudah menazarkannya

7. Banjir 2000
Pada tahun 2000 terjadi bencana banjir yang begitu besar kata Abdullah, termasuk kampung halamannya Oboh terkena imbasnya.

orang-orang sudah pada mengungsi kelokasi yang lebih tinggi, diapun bersama masyarakat lainnya merasa khawatir terjadi sesuatua di makam, diapun langsung datang ke komplek pemakaman Syekh Hamzah Fansuri

Dia pun melihat dan menyaksikan bahwa air sudah menggenangi disekitar makam, diapun memberesken barang -barang agar jangan hanyut terbawa air

Sekilas kata Abdullah, perkiraanya air juga sudah merendam Makam Syekh Hamzah Fansuri, namun dia tidak membuka pintu Makam tersebut karena didalam makam tidak ada barang-barang yang perlu dipindahkan dan akhirnya diapun pulang

Besoknya kata Abdullah, airpun sudah surut, dia yang sudah secara turun temurun mengurusi Makam Syekh hamzah Fansuri tersebut langsung mendatangi makam tersebut dengan maksud ingin membersihkan makam dari lumpur dan genangan air yang sudah surut

Namun, kata Abdullah, Maha Kuasa Allah, sesuatu diluar akalnya pun terjadi, awalnya dia ingin membersihkan dalam makam dari tanah dan lumpur, ketika pintu makam dibuka, terlihat lantai dan makam tersebut sangat bersih seolah-olah air tidak masuk menggenangi Makam Syekh Hamzah Fansuri…

Suatu keajaiban diperlihatkan oleh Allah kepada hambanya, sangat mudah bagi Allah untuk memuliakan dan menghinakan seseorang, Allah maha kaya dan maha sampurna, cukup dengan ucapan Kun Fayakun, Maka Jadi, Jadilah…..

Sebenarnya masih banyak kisah-kisah atau cerita disana, ini hanya sebagian kecil saja, atau banyak keajaiban yang dirasakan masyarakat penziarah ke Makam Syekh Hamzah Fansuri di Oboh

Dapat Anugrah dari Presiden SBY

Kebesaran dan keagungan Syekh Hamzah Fansuri tidak diragukan lagi, apalagi dibidang Syair dan Tasawuf, sehingga Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudoyono secara langsung pada Tanggal 13 Agustus 2013 memberikan Anugrah Bintang Budaya Parama Dharma kepada Syekh Hamzah Fansuri yang diterima oleh Walikota Subulussalam bersama Sang Juru Kunci Makam Syekh Hamzah Fansuri

Penganugrahan tersebut berlangsung di Istana Negara dalam acara Penganugrahan Bintang Maha Putra dan Tanda Jasa

Syair -syair Hamzah Fansuri sangatlah terkenal bahkan beliau dinobatkan sebagai sastarawan bahasa melayu, sumbangan pemikiran dan tulisa-tulisannya menjadi bahan kajian diberbagai perguruan tinggi

Wisata Religi yang terdapat di Kampong Oboh Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam ini sepertinya membutuhkan sentuhan lembut dari pemerintah, para petugas dan penjaga makam disana perlu diperhatikan kesejahteraannya, apalagi dengan padatnya masyarakat yang berziarah kesana membuat sang juru kunci tidak bisa lagi beraktivitas diluar untuk mencari nafkah

Selain itu, akses transportasi perlu dilakukan perbaikan, kalau seandainya memungkinkan, buat dua sarana transpoortasi dari jalur air dan darat hal ini mempermudah masyarakat untuk memilih jalur transportasi

Disamping itu, diperlukan pelatihan kepada pengurus Makam Syekh Hamzah Fansuri agar bisa lebih menguasai silsilah dan sejarah makam tersebut agar ketika ada penziarah dari dalam dan luar kota bertanya, mereka mampu menjelaskan dengan baik sekaligus memberikan tulisan-tulisan tentang Syekh Hamzah Fansuri

Selain itu, masyarakat setempat khususnya masyarakat Oboh harus mendapat nilai ekonomi secara langsung, padahal banyak potensi ekonomi yang bisa dikembangkan disana, contoh kecil saja, didekat Konplek Pemakaman, berpeluang besar dibuka Pasar ternak Kambing, hal ini mempermudah para penziarah agar merela tidak perlu membawa kambing dari luar dan sudah tersedia disana dengan harga mengikuti pasaran

Kemudian usaha menjual pernak pernik bagi pengunjung, kantin makanan, gantungan kunci, stiker untuk kendaraan, baju kaos bertuliskan Syair Hamzah Fansuri, poto makam dan lain-lainnya

Semua itu mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi…

Semoga tulisan ini memberikan manfaat yang baik kepada penulis dan kepada para pembaca ….

02 Pebruari 2023
Penulis adalah Dosen STIT Hamzah Fansuri Subulussalam Aceh

Andong Maha,SP, M.AP