Nonton Bareng dan Diskusi Film “Atas Nama Percaya”

Mahasiswa STIT Hamzah Fansuri Nonton Bareng Film Fenomenal “Atas Nama Percaya“, yang diproduksi oleh WatchDoc bekerjasama dengan CRCS Universitas Gajah Mada Yogyakarta.  Acara Nobar tersebut kemudian dengan diskusi mengenai para penghayat khususnya ysang terdapat di negeri Singkil, yakni kelompok Agama lokal Parmalim. Hadir dalam acara tersebut H Damhuri MM, Tokoh Budaya Singkel, Mantan Sekda Kota Subulussalam dan juga pembina STIT-HAFAS dan Mawardi selaku Waka III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama STIT-HAFAS.
Dalam sambutannya, H Damhuri memaparkan pengalamannya mengenai Agama Parmalim di Singkel.
Acara tersebut kemudian diisi dengan diskusi dengan pemateri Nurhalimah Zulkarnaen S.Sos, (aktivis kebudayaan Singkel dan peneliti Parmalim), Ismail Angkat M.IP (Dosen STIT-HAFAS) dan Ramli Cibro M.Ag (Dosen STIT-HAFAS). Acara diskusi yang dimoderatori oleh Abidah Ayu M.Psi (Dosen STIT-HAFAS), menarik antusias warga kota Subulussalam, khususnya Mahasiswa STIT-HAFAS.


Nurhalimah Zulkarnaen S.Sos sebagai pembicara kunci dalam acara tersebut memaparkan hasil risetnya mengenai masyarakat Parmalim yang sering disalahfahami dan mengalami kekerasan simbolik. Kekerasan simbolik misalnya terjadi dalam bentuk keterpaksaan. Nurhalimah banyak membuka tabir mengenai kepercayaan Parmalim setelah penyelidikannya yang mendalam. Mereka menyebut tuhannya sebagai Debata Mula jadi Nabolon dengan Raja Sisimangaraja sebagai Nabi-nya. Mereka memiliki kitab Fustahat dan hari Sabtu sebagai hari beribadah. Di Aceh Singkil, Parmalim banyak terdapat di Kecamatan Danau Paris khususnya di Kampung Sikoran. Tempat ibadah mereka yang disebut Parsatian sejak tahun 1965 tidak pernah mendapat perhatian dan uluran tangan pemerintah sama sekali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *